Harga Pangan Naik, Pedagang Kantin Menanggung Beban Setiap Menjelang Ramadhan

Selasa, 18 February 2025. Menjelang ramadhan, harga pangan terpantau berangsur melonjak dan dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan harga bahan pangan seperti ayam, ikan dan sayur mulai berlomba - lomba naik. Meski demikian, beberapa pedagang kantin memilih untuk mempertahankan harga jual normal di lapak mereka demi pelanggan. 

Salah satu pedagang kantin di Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya mengungkapkan bahwa, " Meskipun biaya produksi meningkat, saya tidak menaikkan harga jadi para pelanggan yang biasa makan di sini mereka tidak tahu tetapi kita sebagai pedagang ini yang merasakan dampak dari kenaikan bahan pangan, " ujarnya.

Menurutnya, mempertahankan harga adalah cara mempertahankan pelanggan di kantinnya namun itu tidak akan bertahan lama jika kenaikan ini terus menerus terjadi, " kalau masih dalam stabil kenaikannya dan tidak lama, saya tidak akan menaikkan harga penjualan ke konsumen, tapi kalau seandainya itu jangka panjang mau tak mau kami terpaksa menaikkan harga dari makanan yang kami jual, " tambahnya.

Berdasarkan Laporan yang diberikan oleh Kementrian Perdagangan, meningkatnya permintaan bahan pangan menjadi salah satu alasan yang membuat sebagian besar harga barang kebutuhan pokok meningkat.

Selain itu, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat bahwa hampir seluruh bahan pangan mengalami kenaikan, dengan kenaikan tertinggi dicapai oleh cabai rawit merah sebesar 28,64% atau sekitar Rp. 103.600 per kilogram. Sementara bahan pangan lain seperti beras, minyak dan gula terhitung belum terjadi kenaikan harga.

Meski menguntungkan bagi pelanggan, para pedagang kantin tetap berharap untuk kedepannya harga bahan pangan tidak melonjak lebih tinggi dari harga normal dan membuat mereka lebih lama mendapatkan keuntungan yang sedikit dari hari biasanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Durian Lovers Can't Resist! : A Cool and Creamy Delight Palembang's Durian Ice